
Foto koleksi milik Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama (21/08/2023)
Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama adalah salah satu Museum pusat TNI AD yang terletak di pusat kota Yogyakarta. Museum ini mempunyai banyak koleksi perlengkapan pada masa perjuangan kemerdekaan seperti senjata, seragam atau pakaian, alat-alat yang berada di dapur umum, alat kedokteran, dan juga alat komunikasi. Tak hanya itu, Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama juga memiliki koleksi bendera, sebagai contoh yaitu bendera PBB atau yang disebut Persatuan Bangsa Bangsa.
Menjadi salah satu hal terpenting dari komponen lainnya, alat komunikasi sangat dibutuhkan pada masa perjuangan kemerdekaan. Manfaat atau kegunaan alat komunikasi pada saat itu yaitu seperti sebagai pertukaran informasi, koordinasi, pemberitaan, keamanan dan darurat, politik dan aktivisme. Maka dari itu alat komunikasi sangatlah penting untuk mengkoordinasikan gerakan pada saat perang, menyebarkan informasi-informasi penting, sampai digunakan untuk menjaga kontak antara pihak yang terlibat dalam perjuangan. Meskipun alat komunikasi pada tahun kemerdekaan yaitu tahun 1945 belum secanggih masa ini, namun perannya tergolong sangat sentral.
Beberapa informasi sejarah alat komunikasi pada masa perjuangan kemerdekaan di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama yaitu diantaranya radio, telepon, telegram, dan radio Republik Indonesia. Maka dengan itu, ayo kita ulik satu persatu secara singkat.
Radio memiliki peran yang sangat penting pada masa perjuangan kemerdekaan terutama karena sejarah telah mencatat bahwa alat teknologi komunikasi ini yang memberikan kabar atas kekalahan Jepang pada perang Asia Pasifik. Pendengar pertama berita tersebut yaitu Sutan Syahrir yang mana beliau kemudian menyebarkan berita tersebut ke masyarakat Indonesia. Peran lain dari alat teknologi komununikasi ini adalah sebagai penyampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh pelosok negeri. Radio juga yang menjadi media penyebar informasi mengenai rencana kedatangan pasukan sekutu ke Indonesia, kemudian radio juga yang membantu para pejuang untuk menyampaikan bahwa Indonesia tidak mengalami kekosongan kekuasaan yang mana pesan tersebut disampaikan oleh pemancar bernama YBJ-6.

Foto koleksi milik Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama (21/08/2023)
Alat komunikasi pada masa perjuangan yang selanjutnya adalah telepon yang masuk ke Indonesia pada tahun 1882. Telepon ini digunakan untuk melakukan koordinasi di antara para pemimpin Republik Indonesia dengan para pemimpin daerah. Pesan koordinasi dan hal-hal mendesak dapat dengan cepat disampaikan. Telepon pada awalnya hanya menggunakan kawat tunggal, kemudian pada tahun 1967 ada perubahan telepon menggunakan kawat sepasang dan baterai sentral, hal ini yang membuat komunikasi menjadi lebih lancar.
Kemudian ada alat teknologi komunikasi yang bernama telegram. Alat komunikasi ini dikenal sangat populer pada zaman dahulu dan memiliki peranan penting untuk kemerdekaan Indonesia. Telegram ini mulai digunakan untuk perjuangan sejak tahun 1856 untuk mengirim berita dari Batavia ke Bogor yang pada akhirnya telegram digunakan untuk berkomunikasi antara sesama pejuang kemerdekaan dan berhasil menyampaikan informasi penting dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.
Lalu yang terakhir ada Radio Republik Indonesia (RRI) yang diresmikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota dengan pemimpin RRI pertama yaitu dr. Abdulrahman Saleh.
Penulis : Adhisti Jati Kusumaningrum & Resyifa Triayuning Pramesti
